http://rahayuseptia.blogspot.com/2011/07/laporan-tingkah-laku-ikan.html
Mostly Paper Program Study, Live Story, Information, Experiences, Internship, Exchange, etc
Selasa, 11 Oktober 2011
Minggu, 09 Oktober 2011
METEOROLOGI
BPPT Ciptakan Hujan Buatan
di 17 Wilayah
| Rabu, 2
September 2009 | 07:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menghadapi dampak kekeringan akibat gejala El
Nino tahun ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menciptakan hujan
buatan di 17 wilayah yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.
Sebanyak tiga pesawat terbang jenis Cassa 100 dioperasikan untuk pelayanan
teknologi modifikasi cuaca sebesar Rp 110 juta per hari ini.
”Hari ini sudah dimulai untuk wilayah Kalimantan
Tengah dan Kalimantan Barat dengan tujuan memadamkan kebakaran lahan dan hutan.
Di wilayah itu sekarang ada sekitar 100 titik panas yang terpantau satelit,”
kata Heru Widodo dari Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT) di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (31/8).
Menurut Heru, wilayah Kalimantan disusul Sumatera,
terutama kawasan Riau, merupakan wilayah prioritas untuk menciptakan hujan
buatan. Tujuannya untuk memadamkan titik-titik panas yang muncul kembali
akhir-akhir ini.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG), pada awal pekan ini hujan di beberapa wilayah Indonesia
berkurang karena masa Osilasi Madden-Julian (MJO), yang menimbulkan hujan,
sudah lewat. Selama dua pekan sebelumnya dampak MJO mendatangkan hujan,
terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera, memadamkan titik-titik panas yang
ada.
Osilasi MJO ini memiliki periode berulang 40-50 hari
khusus di kawasan Samudra Hindia. Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas
Udara BMKG Edvin Aldrian mengatakan, fenomena MJO akan menghilang ketika El
Nino menguat. Pada November 2009 dan Januari 2010, El Nino diprediksikan menguat,
dan awal musim hujan 2009-2010 diperkirakan akan mundur.
Pompa tenaga surya
Secara terpisah, Deputi Peningkatan Infrastruktur pada
Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Agus Dasuki
mengatakan, untuk mengatasi kekeringan di beberapa wilayah, pada tahun 2009
ditargetkan akan ada pemasangan pompa tenaga surya. Dua lokasi dari 11 lokasi
pemasangan adalah Kulon Progo (Yogyakarta) dan Wonogiri (Jawa Tengah).
Lokasi-lokasi lainnya berada di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, kemudian
di beberapa wilayah Sulawesi.
”Pemasangan pompa tenaga surya ini hanya sedikit,
hanya bersifat stimulan supaya dapat diikuti pemerintah daerah ataupun
pihak-pihak lainnya untuk mengatasi kelangkaan air pada musim kemarau,” kata
Agus.
Alokasi anggaran untuk sistem pompa tenaga surya
beserta sistem distribusinya, menurut Agus, menelan biaya sampai Rp 1 miliar.
Pompa tenaga surya diharapkan bisa untuk menaikkan air dari kedalaman tanah
maksimal 90 meter dan menyuplai air bersih 20-60 meter kubik per hari.
Selain pompa tenaga surya yang menggunakan teknologi
pengeboran tanah dan pemompaan air tersebut, menurut Agus, institusinya juga
menerapkan teknologi pengolahan air sungai. Kemudian dengan pompa pula, air itu
didistribusikan kepada masyarakat.
”Program pengolahan air sungai menjadi air bersih
hanya dilaksanakan di Sorong, Papua Barat. Ini juga sebagai stimulan bagi
wilayah lainnya untuk mengatasi kelangkaan air bersih,” ujar Agus Dasuki. (NAW)
METEOROLOGI
18 Juli 2011 | 09:30 wib
Gelombang Laut di Barat Bengkulu Mencapai 4 Meter
Bengkulu, CyberNews. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Bengkulu menghimbau para nelayan untuk waspada jika berlayar di wilayah Samudra
Hindia bagian Barat Bengkulu. Angin yang berhembus kencang memicu ombak besar
hingga ketinggian 2,5 sampai empat meter.
Dikatakan analisis BMKG stasiun meteorologi Fatmawati
Soekarno Bengkulu Harits Syahid Hakim, angin di samudra Hindia Barat Bengkulu
berpeluang berembus dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan antara
08-24 knots. Sedangkan angin di perairan Enggano dari arah sama dengan
kecepatan berkisar 07-24 knots.
Gelombang tinggi ini dikhawatirkan dapat membahayakan
perahu dan kapal nelayan yang tengah berlayar. Berdasarkan perkiraan BMKG pada
peringatan dini 12 jam ke depan berpeluang gelombang tinggi empat meter juga
terjadi di samudra Hindia Utara hingga Barat Aceh hingga selatan Banten.
Dia juga memperkirakan, cuaca di wilayah Bengkulu
terjadi pada sepuluh kabupaten/kota umumnya berawan dan berpeluang hujan ringan
pada sore hingga malam hari, suhu udaranya berkisar 23-31 derajat celcius dan
kelambabannya antara 65-98 persen.
Seorang pengusaha kapal ikan dikawasan pelabuhan Pulau
Baai Bengkulu Asun mengatakan, pada saat gelombang tinggi sekarang ini penangkapan
ikan juga kurang efektif karena terganggu angin kencang.
( Ant /
CN27 / JBSM )
01 Oktober 2011 | 18:32 wib
Prediksi BMKG
Pertengahan Oktober, Hujan Guyur Jateng Selatan
Cilacap,
CyberNews. Pengamat cuaca
Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Cilacap Teguh Wardoyo, mengatakan, musim kemarau di sebagian wilayah di Jawa
Tengah (Jateng) dipastikan lebih panjang dari perkiraan sebelumnya.
Baru pada
pertengahan bulan Oktober nanti, wilayah-wilayah di Jateng bagian selatan,
seperti Cilacap, Kebumen, dan Banyumas akan diguyur hujan.
"Berdasarkan
data-data cuaca yang ada, dipastikan musim hujan mundur. Mundurnya sekitar satu
dasarian atau 10 hari. Sehingga diperkirakan musim hujan bakal terjadi pada
pertengahan Oktober," katanya, Sabtu (1/10).
Hal ini
diperkirakan terjadi karena belum terpantau adanya awan pembentuk hujan di
wilayah tersebut.
Selain itu, suhu
permukaan air laut masih rendah, yaitu pada kisaran 25 sampai 6 derajat
Celcius. Padahal, suhu permukaan air laut yang bisa menciptakan penguapan untuk
menghasilkan awan sekitar 29 derajat Celcius.
Tekanan udara juga
belum mendukung. Jika pada musim hujan tekanan udaranya yang diperlukan sekitar
1.012 milibar, kini masih dalam kisaran 1.015 milibar. "Kondisii cuaca
saat ini belum menunjukkan tanda-tanda musim hujan," kata Teguh.
( MIOL , Linda / CN33 )
28 Maret
2011 | 20:55 wib
Korban Gempa dan Tsunami Jepang Jadi 28.000 Jiwa
Osaka, CyberNews. Menurut Badan Kepolisian Nasional Jepang, Senin (28/3) pukul 03.00 waktu setempat, terhitung sebanyak 28.000 jiwa dipastikan tewas dan hilang dalam bencana gempa bumi dan tsunami 11 Maret. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.901 orang dipastikan meninggal dan 17.649 lainnya dinyatakan hilang. Sementara sebanyak 2.776 jiwa masih dirawat.
Osaka, CyberNews. Menurut Badan Kepolisian Nasional Jepang, Senin (28/3) pukul 03.00 waktu setempat, terhitung sebanyak 28.000 jiwa dipastikan tewas dan hilang dalam bencana gempa bumi dan tsunami 11 Maret. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.901 orang dipastikan meninggal dan 17.649 lainnya dinyatakan hilang. Sementara sebanyak 2.776 jiwa masih dirawat.
Bencana ini adalah yang terbesar setelah Gempa Bumi
Besar Kanto pada 1923 dan telah menewaskan lebih dari 142.000 orang dan memaksa
ratusan ribu jiwa dievakuasi.
Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang pagi ini
mengumumkan telah terjadi tsunami kecil setinggi sekitar 0,5 meter setelah
terjadi gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter pukul 07.24 waktu setempat, di
Miyagi bagian timur Jepang lepas pantai.
Hanya terjadi gelombang Tsunami kecil yang timbul.
Sehingga peringatan dini yang sebelumnya diumumkan oleh pihak pemerintah Jepang
pukul 07.27 waktu setempat telah dicabut. Peringatan Badan Meteorologi Jepang
menyebutkan tsunami setinggi 50cm akan terjadi di pantai Prefektur
Miyagi. Gempa tersebut terjadi di 112 km timur kota Sendai, di kedalaman 59 km.
Guncangan dengan intensitas rendah, juga tercatat di
Hokkaido hingga Tokyo.
Ahli meteorologi Jepang, Hirofumi Yokoyama,
mengungkapkan gempa-gempa yang terjadi pada Senin pagi ini adalah gempa susulan
rangakaian dari Gempa 9.0 SR yang terjadi pada 11 Maret 2011 lalu. Ia
menambahkan bisa saja akan terjadi gempa susulan di Jepang dengan kekuatan 6 SR
ke atas.
( KCM /
CN27 )
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/03/28/81443/Korban-Gempa-dan-Tsunami-Jepang-Jadi-28.000-Jiwa
Sabtu, 20 Agustus 2011
http://www.youtube.com/watch?v=Qcf4ECzDCfQ&NR=1
http://www.youtube.com/watch?v=Qcf4ECzDCfQ&NR=1 eps 17 2/5
Senin, 15 Agustus 2011
drama korea "secret garden" eps 10 part 6
http://www.epdrama.com/secret-garden/secret-garden-episode-10/6/
Sabtu, 13 Agustus 2011
Sabtu, 12 Maret 2011
CARA MENULIS ESAI YANG BAIK
1. Mengenai Esai
Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar sendiri dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.
Menulis esai tidak sama dengan menulis karya tulis lain seperti makalah, opini, atau feature. Dalam menulis esai, penulis dituntut kreativitasnya tersendiri karena ia harus mampu mengungkapkan pemikiran mendalamnya terhadap suatu masalah tanpa bersikap kaku pada pembaca. Sebuah esai ilmiah harus berisi argumen dan analisis yang jelas serta data-data yang akurat dan kredibel, tetapi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Sehingga secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus enak dibaca.
2. Langkah Membuat Esai
. Dalam menyusun sebuah esai ilmiah yang baik, penulis sebaiknya mengikuti langkah menulis esai sebagai berikut :
1. Memilih Topik
Memilih topik adalah hal pertama yang dilakukan oleh penulis. Penulis juga hendaknya menentukan apakah akan membuat esai yang merupakan tinjauan umum masalah atau tinjauan/analisis topil secara khusus. Jika ingin menganalisis topic secara khusus, topik sebaiknya dipersempit dan harus spesifik. Topik esai yang penulis sukai akan membuat esai menjadi lebih berkarakter dan kuat.
2. Membuat Outline
Outline akan membantu penulis dalam meletakkan ide-ide tentang topik dalam naskah. Esai akan menjadi lebih terorganisir, fokus, dan sistematis.
3. Menuliskan Tesis
Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya
Outline akan membantu penulis dalam meletakkan ide-ide tentang topik dalam naskah. Esai akan menjadi lebih terorganisir, fokus, dan sistematis.
3. Menuliskan Tesis
Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya
4. Menuliskan Paragraf Pembuka, Tubuh Esai, dan Kesimpulan
Sebagai pembuka dari esai, paragraf pertama sebaiknya dimulai dengan menarik perhatian pembaca. Bisa dengan memberikan suatu informasi nyata atau data yang bisa menjadi ilustrasi untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan anekdot untuk menggugah rasa minat baca. Pada akhir paragraf pembuka, penulis menuliskan pernyataan tesisnya.
Sebagai pembuka dari esai, paragraf pertama sebaiknya dimulai dengan menarik perhatian pembaca. Bisa dengan memberikan suatu informasi nyata atau data yang bisa menjadi ilustrasi untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan anekdot untuk menggugah rasa minat baca. Pada akhir paragraf pembuka, penulis menuliskan pernyataan tesisnya.
Pada bagian tubuh esai ini, penulis menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi secara lengkap untuk topik yang telah dipilih. Masing-masing ide penting yang penulis tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis.
Kesimpulan merupakan rangkuman poin-poin yang telah penulis kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat, tetapi jangan jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas.
5. Editing
Penulis hendaknya membaca ulang tulisannya dan meneliti apakah tata bahasa yang digunakan sudah tepat dan apakah kalimat satu dengan yang lain padu atau mengalir dengan lancar. Jika ada yang kurang, penulis bisa merevisi esainya. Pengeditan akan menyempurnakan bahasa esai.
ARTIKEL INI SAYA DAPATKAN DENGAN MENGAMBIL DARI INTERNET
DOAKAN SAYA UNTUK BISA MENJADI MAHASISW AYANG AKTIF
ESAI ADALAH AWAL SAYA UNTUK MENJADI ANGGOTA RACANA UNDIP DAN KSP.....
http://psaffisipui.wordpress.com/2009/07/29/cara-menulis-esai-yang-baik/
Langganan:
Postingan (Atom)
















